14. Ada beberapa ahli yang menyatakan pendapatnya tentang teori siklus. Tariklah garis antara nama ahli dan pendapat yang tepat! Nama Ahli A. Oswald Spengler B. Pitirim A. Sorokin C. Arnold Toynbee Pendapat 1. Peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan kematian. 2. Setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan yang mana proses perputaran tersebut membutuhkan waktu sekitar 1.000 tahun. 3. Semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional, kebudayaan idealistis, dan kebudayaan sensasi. Pembahasan:
Ada beberapa ahli yang menyatakan pendapatnya tentang teori siklus. Tariklah garis antara nama ahli dan pendapat yang tepat!
Nama Ahli
A. Oswald Spengler
B. Pitirim A. Sorokin
C. Arnold Toynbee
Pendapat
1. Peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan kematian.
2. Setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan yang mana proses perputaran tersebut membutuhkan waktu sekitar 1.000 tahun.
3. Semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional, kebudayaan idealistis, dan kebudayaan sensasi.
Pembahasan:
Jawaban: A – 2, B – 3, C – 1
++++++++++++++++++++++++++
Semoga Bermanfaat dan Berkah
Jangan Lupa Belajar Terus
Ingat Cita-Cita, Orang Tua, dan Keluarga

Post a Comment for "14. Ada beberapa ahli yang menyatakan pendapatnya tentang teori siklus. Tariklah garis antara nama ahli dan pendapat yang tepat! Nama Ahli A. Oswald Spengler B. Pitirim A. Sorokin C. Arnold Toynbee Pendapat 1. Peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan kematian. 2. Setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan yang mana proses perputaran tersebut membutuhkan waktu sekitar 1.000 tahun. 3. Semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir, yaitu kebudayaan ideasional, kebudayaan idealistis, dan kebudayaan sensasi. Pembahasan:"