Konsekuensi dari kemajuan komunikasi dan transportasi modern hampir pasti tidak ada negara
Perhatikan permasalahan berikut!
Konsekuensi dari kemajuan komunikasi dan transportasi modern hampir pasti tidak ada negara dan bangsa yang dapat menghindar dari proses globalisasi. Dalam kenyataannya, perubahan dunia di tengah globalisasi sangat dipengaruhi oleh sejumlah negara maju. Budaya negara maju yang bercorak kapitalis dan individualis sangat mewarnai perubahan dunia global. Sebagai bagian dari dunia global, masyarakat Indonesia dapat mengalami krisis kepribadian karena adanya pengaruh budaya global yang bercorak liberalis dan individualis.
Terkait dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan langkah nyata untuk menanggulangi dengan jalan revitalisasi kearifan lokal yaitu ….
A. membatasi unsur budaya asing yang masuk secara langsung ataupun melalui teknologi global
B. menjaga tradisi gotong royong atau kerja sama berdasarkan solidaritas sosial dalam Masyarakat
C. meningkatkan tingkat pendidikan untuk membangun ketahanan mental masyarakat menghadapi tantangan global
D. mengutamakan nilai budaya masyarakat yang membawa kemajuan di bidang ekonomi
E. menerapkan sistem politik bebas aktif dalam hubungan budaya antarnegara
Pembahasan:
Permasalahan dalam soal adalah krisis kepribadian akibat pengaruh budaya global yang liberalis dan individualis. Revitalisasi kearifan lokal berarti menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang relevan untuk menangkal dampak negatif globalisasi.
Tradisi gotong royong adalah salah satu kearifan lokal Indonesia yang menekankan kebersamaan, solidaritas, dan kerja sama, berlawanan dengan sikap individualis dari budaya global. Dengan menjaga dan memperkuat tradisi ini, masyarakat dapat membangun ketahanan budaya tanpa perlu menutup diri dari pengaruh luar.
Jawaban: B
++++++++++++++++++++++++++
Semoga Bermanfaat dan Berkah
Jangan Lupa Belajar Terus
Ingat Cita-Cita, Orang Tua, dan Keluarga
Post a Comment for "Konsekuensi dari kemajuan komunikasi dan transportasi modern hampir pasti tidak ada negara"