Sejarah dikatakan sebagai seni karena seorang sejarawan membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya
Sejarah dikatakan sebagai seni karena seorang sejarawan membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa dalam menulis sejarah. Jelaskan bahwa dalam penulisan sejarah memerlukan emosi!
Jawab:
Penulisan sejarah dengan emosi sangat penting untuk pewarisan nilai, asalkan penulisan tersebut tetap berlandaskan pada fakta. Seorang sejarawan dituntut untuk dapat mengolah unsur emosionalnya untuk menumbuhkan rasa empati dan menyatakan perasaan pada objeknya.
Sejarawan diharapkan dapat menghadirkan objek masa lampau tersebut seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa tersebut.
Contoh: seseorang yang membaca sejarah Indonesia tentang revolusi, perang, atau pemadaman pemberontakan dibuat seakan-akan hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa tersebut sehingga penulisan sejarah dengan penghadiran perasaan (unsur emosional) juga sangat penting untuk mewariskan nilai-nilai perjuangan.
++++++++++++++++++++++++++
Semoga Bermanfaat dan Berkah
Jangan Lupa Belajar Terus
Ingat Cita-Cita, Orang Tua, dan Keluarga
Post a Comment for "Sejarah dikatakan sebagai seni karena seorang sejarawan membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya"