Aku sungguh sedih hari ini. Sebab, Hutan Larangan dan Lubuk Larangan sudah mulai habis

Kutipan cerpen untuk soal nomor 1 s.d. 3.

Aku sungguh sedih hari ini. Sebab, Hutan Larangan dan Lubuk Larangan sudah mulai habis dijadikan kebun dan ladang serta perkampungan baru. Kawasan Larangan termasuk warisan nenek moyang kita tempo dulu. Hutan Larangan ini sebagai daerah penyangga pada hulu sungai sehingga air hujan tidak penuh masuk ke sungai

Lubuk Larangan yang dalam itu sebagai penampung alami kala hujan tiba begitu deras. Entah mengapa, warga di kampung ini malah menyebut-nyebut Hutan Larangan dan Lubuk Larangan sebagai kawasan pemujaan kepada setan-setan.

"Begitulah," kata Pak Madzkur kepada Rahmat.

"lya, aku sudah mendengar berita ini sehingga orang-orang kampung sepakat merusak hutan rimba dan memburu hewan-hewan liar di atas gunung. Aku tahu, kalau engkau tidak tega melihat dua orang tetangga kita terkubur hidup-hidup di tepi lereng pegunungan. Aku sendiri menyaksikan, hewan-hewan terjun ke sungai besar di Lubuk Larangan dan dimakan buaya besar."

7. Tokoh dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

   A. aku

   B. Rahmat

   C. Pak Madzkur

   D. Hutan Larangan

   E. Lubuk Larangan

Pembahasan:

Tokoh dalam kutipan cerpen tersebut adalah Rahmat dan Pak Madzkur.

Jawaban: B dan C


8. Pesan moral yang menginspirasi penggubahan puisi dalam kutipan cerpen tersebut adalah …..

   A. manfaatkan alam sebaik mungkin demi diri sendiri

   B. hargai warisan leluhur yang menyimpan nilai ekologis

   C. lestarikan alam sebagai bentuk tanggung jawab manusia

   D. perlunya kerja sama masyarakat dalam membabat habis hutan

   E. perlunya menghancurkan alam demi kelangsungan hidup manusia

Pembahasan:

Pesan moral yang menginspirasi penggubahan puisi dalam kutipan cerpen tersebut adalah hargai warisan leluhur yang menyimpan nilai ekologis dan lestarikan alam sebagai bentuk tanggung jawab manusia.

Jawaban: B dan C


9. Judul puisi yang sesuai berdasarkan isi kutipan cerpen tersebut adalah ....

   A. Tangis Hutan Larangan

   B. Hutan dalam Mata Pemerintah

   C. Kesejahteraan Versus Kearifan

   D. Kekejaman Para Penguasa Bumi

   E. Di Atas Reruntuhan Warisan Leluhur

Pembahasan:

Judul puisi yang sesuai berdasarkan isi kutipan cerpen tersebut adalah Tangis Hutan Larangan dan Di Atas Reruntuhan Warisan Leluhur.

Jawaban: A dan E

++++++++++++++++++++++++++

Semoga Bermanfaat dan Berkah

Jangan Lupa Belajar Terus

Ingat Cita-Cita, Orang Tua, dan Keluarga

Post a Comment for "Aku sungguh sedih hari ini. Sebab, Hutan Larangan dan Lubuk Larangan sudah mulai habis"