Kabut mempertemukan mereka. Saat para tamu hotel sedang menyantap compliment breakfast

Kutipan cerpen untuk soal nomor 1 s.d. 3.

Kabut mempertemukan mereka. Saat para tamu hotel sedang menyantap compliment breakfast di teras hotel di pinggir lereng, selapis kabut lindap ke ruang teras. Begitu gerimis yang menitis ditempiaskan angin Lembah Kathmandu, para tamu yang jumlahnya tidak begitu banyak itu bertemperasan menghambur masuk ke ruang sebelah. Hanya dua orang itu yang tidak menghindar ke ruang sebelah. Mereka menepi ke dekat ruang sebelah sambil membawa gelas minuman masing-masing. Yang lelaki, yang semula duduk di ujung kiri teras, kini menepi dan duduk di sebuah kursi di salah satu jung meja; yang perempuan, yang semula duduk di bibir teras di meja tengah, kini duduk di kursi di seberang lelaki itu. Gelas-gelas mereka berada di atas meja yang sama.

Begitu gerimis tak lagi menempias dan kabut sudah kian surut, secara bersamaan lelaki dan perempuan itu saling bersitatap. Dari ekspresi wajah masing-masing tampak mereka sama-sama terperanjat keheranan. Mereka sama-sama merasa saling mengenal. Mereka merasa pernah saling bertemu.

1. Apakah tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut?

Jawab:

Keajaiban hidup


2. Apakah pesan yang dapat ditemukan dalam kutipan cerpen tersebut?

Jawab:

Nikmatilah setiap peristiwa hidup sehingga menambah banyak kenangan.


3. Tuliskan satu bait puisi yang sesuai dengan isi kutipan cerpen tersebut!

Jawab:

Kabut menggantung di lembah pagi

Dua sosok terhenyak dalam sendiri

Gerimis tempias mengusik sarapan

Mata berpaut di balik kabut yang bimbang

Rasa pernah bertemu, kian mengusik jiwa

Di antara dingin, kenangan pun terpatri

++++++++++++++++++++++++++

Semoga Bermanfaat dan Berkah

Jangan Lupa Belajar Terus

Ingat Cita-Cita, Orang Tua, dan Keluarga


Post a Comment for "Kabut mempertemukan mereka. Saat para tamu hotel sedang menyantap compliment breakfast"